IAIH Pancor Sukses Laksanakan Program Ketahanan Pangan Bersama LAZISMU Jawa Tengah dan Petani Lombok


Lombok Timur, IndepthNTB – Beberapa dosen Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor yang tergabung dalam Community Development Masyarakat Tani Sadar Zakat Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat (PkM) di bidang ketahanan pangan. Program ini dilaksanakan dengan menanam padi dan jagung seluas 300 hektar di berbagai wilayah di Pulau Lombok. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara dosen IAIH Pancor, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shadaqah (LAZIS) Muhammadiyah Jawa Tengah, serta masyarakat tani setempat.

Program yang dipimpin oleh Dr. Abdul Hayyi Akrom, Wakil Rektor IAIH Pancor, bersama anggota tim Dr. Ahmad Muzayyin, M. Sofwan, ME, dan M. Rohman Ziadi, M. Fil., ini telah berjalan sejak tahun 2022. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahap, dengan masing-masing tahap mencakup 100 hektar lahan. Lokasi penanaman tersebar di berbagai desa di Lombok, termasuk Desa Santong (Kayangan), Desa Dara Kunci (Sambelia), Jerowaru, Sembalun (Lombok Timur), Langko Lingsar (Lombok Barat), Jonggat, Mantang (Batukliang, Lombok Tengah), dan Kelurahan Tegal (Kota Mataram).

Dalam program ini, tim dosen IAIH Pancor memberikan benih padi inbrida, jagung hibrida, benih hortikultura, dan pupuk cair organik merk Super ACI secara gratis kepada petani. Syaratnya, petani harus berkomitmen untuk membayar zakat pertanian setelah panen sesuai dengan ketentuan agama Islam. Selain itu, setiap kelompok tani yang terlibat juga diberikan kajian majelis ilmu khusus tentang zakat pertanian.

Dr. Abdul Hayyi Akrom menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus menyadarkan petani akan kewajiban membayar zakat. “Kami memberikan benih padi varietas unggul seperti inpari 32, inpari 42, ciherang, cilenyi, dan mokangga, serta benih jagung varietas supra 1. Untuk hortikultura, kami menyediakan benih kacang panjang, buncis, cabe, pare, dan lainnya,” ujarnya.

Hasil dari program ini cukup signifikan. Selama tiga tahap pelaksanaan, program ini telah menghasilkan sekitar 1.250 ton gabah padi dan 175 ton jagung. Petani yang terlibat juga telah memenuhi kewajiban zakat pertanian dengan mengurangi 5% dari hasil panen mereka, sesuai dengan nisab yang ditetapkan, yaitu 1.323 kg untuk padi dan 714 kg untuk jagung.

Ikhwan Shoffa, perwakilan LAZISMU Jawa Tengah, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan program ini. “Kami berterima kasih kepada tim dosen IAIH Pancor dan petani yang telah berpartisipasi. Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih sadar akan kewajiban zakat,” ujarnya.

Masyarakat tani yang terlibat juga menyampaikan rasa terima kasihnya. Mereka berharap program serupa dapat terus dilaksanakan di masa depan. “Kami sangat terbantu dengan program ini. Semoga ada lagi kegiatan seperti ini yang bisa meningkatkan kesejahteraan kami,” kata salah seorang petani.

Saat ini, tim masih menyelesaikan penanaman di sekitar 10 hektar lahan di Kabupaten Lombok Utara. Dr. Abdul Hayyi Akrom berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai lapisan masyarakat untuk melaksanakan dakwah di bidang pertanian. “Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.

Program ini tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan di Lombok, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara akademisi, lembaga zakat, dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.(INTB)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama