![]() |
Foto : Minuman keras yang diamankan polisi di lokasi pesta rakyat Bau Nyale |
Lombok Timur, IndepthNTB – Kepolisian Resor Lombok Timur (Polres Lotim) bersama jajaran Polsek Jerowaru sukses mengamankan pelaksanaan Pesta Rakyat Bau Nyale yang digelar di tiga lokasi, yaitu Desa Seriwe, Desa Ekas, dan Desa Kwangrundun, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Kegiatan pengamanan ini dilaksanakan untuk memastikan situasi tetap kondusif selama berlangsungnya pesta adat tahunan tersebut.
Dalam proses pengamanan tersebut, petugas gabungan dari TNI, Polri dan Sat-Pol PP melakukan razia Miras dan barang berbahaya berupa senjata tajam (sajam) di dua lokasi utama, yaitu Pantai Kura-kura dan Pantai Lendang Tampah Boleq. Razia ini bertujuan untuk mencegah hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan selama pesta adat.
Hasil razia menunjukkan temuan sejumlah miras di kedua lokasi. Di Pantai Kura-kura, ditemukan 82 botol miras yang terdiri dari 24 botol tuak ukuran 500 ml, 5 botol brem ukuran 500 ml, dan 54 botol tuak ukuran 1,5 liter. Sementara itu, di Pantai Lendang Tampah Boleq, ditemukan 56 botol tuak ukuran 1,5 liter dan 1 ember tuak.
Seluruh rangkaian kegiatan pengamanan dan razia berakhir pada pukul 18.00 WITA. Personil yang telah ditugaskan tetap berada di pos-pos pengamanan untuk memastikan situasi tetap terkendali. Secara umum, situasi di lokasi Pesta Bau Nyale terpantau aman dan kondusif.
Kapolsek Jerowaru, IPTU Yudha Aditya Warman, SH, mengapresiasi kerja sama semua pihak, termasuk TNI dan Pol PP, yang telah mendukung kelancaran kegiatan pengamanan ini. “Kami berharap kegiatan Pesta Bau Nyale dapat berlangsung dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Pesta Adat Bau Nyale merupakan tradisi tahunan masyarakat Lombok Timur yang digelar untuk menyambut musim penangkapan cacing laut (nyale). Kegiatan ini selalu menarik minat ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara, sehingga memerlukan pengamanan ekstra untuk menjaga ketertiban dan keamanan.(INTB)